Jumat, 14 November 2014
Suatu Pagi
Ada suatu pagi, dalam waktu yang tak pernah mundur.
Kota berawan, langit membiru.
Menenggelamkan jiwa yang tak pernah bersua.
Ke dalam ruang warna,
Yang kemudian masuk ke dalam cerita.
Sebuah kisah yang tak ada ujungnya.
Pagi, saat insan yang haus membelai buai.
Menatap diri penuh dengan tarian rindu.
Indah Hikma
Malang, 13 November 2014
Minggu, 09 November 2014
Pada Siapa Kau Berbicara
Ketika tak ada lagi orang yang bisa kau ajak berbicara,
pada siapa kau mengadu ?
pada siapa kau mengatakan,
bahwa pagi ini penuh dengan kehiruk pikukan,
bahwa pada suatu siang hujan menerjang deras.
Tak ada yang bisa kau pegang tangannya,
tak ada orang yang membelaimu.
Lalu, pada siapa bibir ini akan mengucap ?
pada siapa mata ini menumpahkan sari - sarinya ?
Dan siapa pula yang mau mendengarkannya ?
Indah Hikma
Malang, 9 November 2014
pada siapa kau mengadu ?
pada siapa kau mengatakan,
bahwa pagi ini penuh dengan kehiruk pikukan,
bahwa pada suatu siang hujan menerjang deras.
Tak ada yang bisa kau pegang tangannya,
tak ada orang yang membelaimu.
Lalu, pada siapa bibir ini akan mengucap ?
pada siapa mata ini menumpahkan sari - sarinya ?
Dan siapa pula yang mau mendengarkannya ?
Indah Hikma
Malang, 9 November 2014
Jumat, 07 November 2014
Antara Gunung dan Laut
Tak ada yang tahu bila aku mencarimu jauh, jauh dan jauh.
Hanya waktu yang tahu aku sedang berkelana.
Aku memang berseteru dengannya.
Lalu aku pergi ke ujung timur dan ke ujung barat.
Dan aku berlari dari ujung utara ke ujung selatan.
Melewati gunung dan laut.
Menepis ombak dan dingin.
Melawan fajar bahkan senja.
Pada waktu kita bertegur sapa dalam suatu siang yang sepoi - sepoi,
Lalu kita bertemu dalam senja dan sesaat setelah hujan.
apakah kita akan bertemu lagi di pinggiran pantai ini ?
atau dibalik gunung itu ?
Kamu. Aku akan mencarimu,
Melewati gunung dan laut,
Saat fajar hingga senja.
Begitu seterusnya, hingga...kita...bersama...
Indah Hikma
Malang, 7 November 2014
Kamis, 30 Oktober 2014
Perjalanan
Hai, senja ! Apa kabar ?
Sudah lama aku tak bersua denganmu.
Kau masih saja sama seperti dulu: bersembunyi.
Memalu. Namun lamat - lamat muncul ketika aku lengang.
Tidakkah kau tahu aku dimana, senja ?
Diatas kereta.
Lama bukan aku tak duduk dibalik jendelanya ?
Ah, dulu aku sering begini.
Ada pokok jati, padi, jagung, tebu.
Lalu terowongan gelap, jalanan melingkar diatasnya.
Sempurna sekali perjalanan kali ini senja.
Bagaimana mungkin aku bisa berpaling bila kau menemani setiap perjalananku ?
Indah Hikma
Probowangi, 28 Oktober 2014
Sudah lama aku tak bersua denganmu.
Kau masih saja sama seperti dulu: bersembunyi.
Memalu. Namun lamat - lamat muncul ketika aku lengang.
Tidakkah kau tahu aku dimana, senja ?
Diatas kereta.
Lama bukan aku tak duduk dibalik jendelanya ?
Ah, dulu aku sering begini.
Ada pokok jati, padi, jagung, tebu.
Lalu terowongan gelap, jalanan melingkar diatasnya.
Sempurna sekali perjalanan kali ini senja.
Bagaimana mungkin aku bisa berpaling bila kau menemani setiap perjalananku ?
Indah Hikma
Probowangi, 28 Oktober 2014
Rabu, 22 Oktober 2014
Fresh Graduate atau Mahasiswa ?
Sepertinya sudah lama saya tidak memposting cerita di blog kesayangan ini. Sudah lama juga saya tidak berpuisi - puisi ria. Mengingat status saya saat ini adalah seorang alumni dari Jurusan Sastra Inggris Universitas Brawijaya, jadi, yaa beginilah, sibuk menjadi seorang Job Seeker, alhasil lupa dengan tulisan - tulisan saya. Tapi, tentu meskipun saya sudah menjadi alumni dari Sastra Inggris, Sastra is still in my deep heart. Meskipun saya harus mengikuti tes dan interview dari bank satu ke bank lain, dari perusahaan satu ke perusahaan lain, tapi tetap saya tidak akan melupakan ilmu sastra saya yang saya dapatkan selama empat tahun duduk di bangku kuliah, ditambah dengan ilmu sastra bawaan dari ayah. Hehe.
Hmmm begini, malam ini saya hanya ingin bercerita - cerita kecil soal menjadi Fresh Graduate atau Job Seeker, Maaf sekali bila postingan kali ini agak sedikit ngelantur. Temanya yang ringan - ringan saja dulu ya. Jujur saya paling tidak suka disebut pengangguran, hina sekali gitu ya kesannya. haha. Lebih baik disebut dengan Job Seeker. Setidaknya kan dengan istilah atau panggilan seperti itu, saya bukanlah pengangguran yang kerjanya cuma makan, tidur, makan, tidur. Mungkin iya sih makan, tidur, makan, tidur tapi tetep buka laptop untuk update lowongan kerja terbaru, ke kantor pos buat ngirim surat lamaran, buka telinga lebar - lebar untuk dengerin lowongan pekerjaan disekitar.
Menurut saya, menjadi seorang Fresh Graduate atau Job Seeker itu merupakan hal yang sangat melelahkan dan tentu membosankan. Kenapa ? Selain banyak nganggurnya juga, kesabaran dan ketabahan kita juga lagi sedang diuji. Nunggu panggilan interview, setelah interview nunggu panggilan test selanjutnya. Kalau masuk test selanjutnya. Kalau tidak ? Ya sudah, coba yang lain. Kadang, saking pengennya cepet kerja supaya tidak di rumah terus, semua lowongan pekerjaan entah itu enginering kek, accounting ke, dimasukin aja. wahahaha. Sampai - sampai perusahaan - perusahaan tidak jelas pun dimasukin. Hadeuh, memang ya, masa kuliah di Malang itu ngangenin sekali ! entah kenapa masih tidak bisa move on dari Malang. Kota ter-enak, ter-adem, ter-semuanya ada. Topik soal Malang ini nanti saya bicarakan pada postingan selanjutnya saja ya.
Saya lebih memilih menjadi seorang mahasiswa lagi ketimbang menjadi Job Seeker atau Worker. Hehe. Entahlah, ternyata menjadi seorang mahasiswa itu hal yang peling menyenangkan. Dulu waktu jadi mahasiswa sempat kepikiran untuk cepet - cepet lulus dan kerja. Tapi ternyata, setelah lulus dan wisuda dua bulan yang lalu, saya rasa saya ingin kembali menjadi mahasiswa. Kita hanya perlu memikirkan tugas, main dengan teman - teman seusai kuliah, bercanda di kosan atau kontrakan bareng teman - teman. Tidak pernah sepi lah. Lah ini ? Sempat kepikiran, ini aku hidup di kuburan apa ? garing nya minta ampun. Kita juga harus pisah dengan teman - teman. I lost my part of my breath, it's my friends.
Jadi, untuk yang masih kuliah, nikmatilah masa - masa kuliah kalian dulu. Yakin deh, masa - masa kuliah itu adalah masa - masa yang paling indaaaaaaahhh. Apalagi di Malang. I miss Malang, I miss my friends there, I miss campus, I miss Sastra, I miss Fakultas Ilmu Budaya, I miss Universitas Brawijaya.
Rabu, 02 April 2014
Jangan Pura - Pura Tidur
Jangan pura - pura tidur
ketika aku merindumu
yang bersembunyi disela - sela semak - semak.
Jangan pura - pura tidur
ketika aku meratapmu
yang sepi dan bersenda diantara malam.
Jangan pura - pura tidur
ketika aku menyapamu
yang seolah - olah mati dan terkapar.
Jangan pura - pura tidur
ketika aku merayumu
yang kian remuk denganku.
Indah Hikma
Malang, 27 Maret 2014
Hujan dan Senja
Aku ingin bersamamu dikala hujan dan senja
bergurau ditepian ranu
yang diam tak beriak.
Melihat wajahmu yang merah : memalu
seperti delima.
Aku ingin bersamamu dikala hujan dan senja
berdialog diatas perahu
yang melaju menyisir pantai.
Mengagumi senyummu yang simpul : memanahku
seperti sabit.
Aku ingin bersamamu dikala hujan dan senja
bersedih di dalam rindu
yang menari diatas resah.
Menatap matamu yang tajam : menusukku
seperti elang.
Indah Hikma
Malang, 28 Maret 2014
Langganan:
Postingan (Atom)










